Manusia & Kebudayaan

       Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun.Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Selain itu manusia merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain dan melakukan suatu kebiasaan-kebiasaan tertentu yang pada akhirnya menjadi budaya yang biasa mereka lakukan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya dan kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia di dalam kehidupannya.

Menurut Nursid Sumaatmadja dalam Effendi, Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukkan karakteristik yang khas dari seseorang.

Secara normal, setiap manusia memiliki potensi dasar mental yang berkembang dan dapat dikembangkan yang meliputi :

1.       Minat (sense of interest)

2.       Dorongan ingin tahu (sense of curiousity)

3.       Dorongan ingin membuktikan kenyataan (sense of reality)

4.       Dorongan ingin menyelidiki (sense of inquiry)

5.       Dorongan ingin menemukan sendiri (sense of discovery).

Secara etimologi kata Kebudayaan dari akar budaya yang berasal dari bahasa sansekerta. Dari akar kata Buddhi-tunggal-, jamaknya adalah buddhayah yang diartikan budi, atau akal, atau akal budi atau pikiran.

Menurut Koentjaningrat, terdapat 7 Unsur Kebudayaan yaitu :

1.       Bahasa

2.       Sistem pengetahuan

3.       Organisasi sosial

4.       Sistem peralatan hidup dan teknologi

5.       Sistem mata pencarian hidup

6.       Sistem religi

7.       Sistem kesenian.

Pandangan Hefner yang mengatakan bahwa Indonesia merupakan “lokus klasik” (tempat terbaik/ rujukan) bagi konsep masyarakat majemuk bukan sesuatu yang berlebihan. Hal ini terlihat dari keberagaman yang dimiliki Indonesia sebagai bangsa yang unik dimana hanya beberapa wilayah saja di dunia yang dianugrahi keistimewaan ini.

Menurut Bhiku Parekh dalam Azra mengatakan bahwa Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa macam komunitas budaya dengan segala kelebihannya, dengan sedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan.

 

MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN DAN SUMBER PENGHIDUPAN

Lingkungan adalah keadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku makhluk hidup. Lingkungan hidup dapat didefinisikan sebagai: 1) daerah tempat suatu makhluk hidup berada; 2) keadaan atau kondisi yang melingkupi suatu makhluk hidup; 3) keseluruhan keadaan yang meliputi suatu makhluk hidup atau sekumpulan makhluk hidup.

Sifat lingkungan hidup ditentukan oleh beberapa faktor. (1) Jenis dan masing-masing jenis unsur lingkungan hidup tersebut; (2) Hubungan atau interaksi antar unsur dalam lingkungan hidup itu; (3) Kelakuan atau kondisi unsur lingkungan hidup; (4) Faktor non-materiil suhu, cahaya dan kebisingan. Faktor-faktor inilah yang menentukan lingkungan hidup akan menjadi lebih baik atau akan menjadi lebih buruk. Untuk menciptakan lingkungan yang harmonis, antara faktor lingkungan dan lingkungannya haruslah seimbang. Dengan peka atau sadar terhadap lingkungan, maka lingkungan akan menjadi lebih baik serta dapat memberikan sesuatu yang positif yang dapat kita manfaatkan dengan baik.

Adapun prinsip-prisip etika lingkungan menurut Sony Keraf, antara lain :

1.       Sikap hormat terhadap alam

2.       Prinsip tanggung jawab

3.       Solidaritas kosmis

4.       Kasih sayang dan kepedulian terhadap alam

5.       Tidak merugikan

6.       Hidup sederhana dan serasi dengan alam

7.       Keadilan

8.       Demokrasi

9.       Integritas moral

 Faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran lingkungan :

1.       Faktor ketidaktahuan

2.       Faktor kemiskinan

3.       Faktor kemanusiaan

4.       Faktor gaya hidup

Jadi, Kesimpulannya Manusia dan Kebudayaan merupakan suatu ikatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan ini. Karena pada hakikatnya, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya dan kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia di dalam kehidupannya.

 

Komentar

Postingan Populer